TPQ Di Gunakan Tempat Dangutan, Puluhan Warga Dombo Sayung Murka

Puluhan warga Desa Dombo, Kecamatan Sayung, menggelar aksi demonstrasi di Balai Desa Dombo, Rabu (2/1/2019) siang.

Mereka berjalan kaki menuju Balai Desa Dombo Sayung dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan atas aksi mereka.

Menurut mereka, dikarenakan Carik atau Sekretaris (Sekdes) Desa Dombo menggelar acara reuni yang dikemas dengan acara dangdutan dan karaoke di TPQ Assalam di desa setempat, pada Minggu (30/12/2018) siang.

Warga Desa Dombo, Kastini mengatakan, dia menjadi guru Madrasah Paud TPQ Assalam setiap sore.

Namun, dia menyesalkan ketika ruang TPQ Assalam menjadi reuni berupa karaoke dan dangdutan.

“Tokoh masyarakat seharusnya menjadi contoh, tidak boleh menjadi contoh buruk bagi masyarakat,” ucapnya di Balai Desa Dombo, Sayung, pada Rabu (2/1/2018) siang.

Koordinator lapangan aksi tersebut, Khambali, meminta kepala desa untuk memutasi Carik yang menggelar acara karaoke di TPQ.

“Jika tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan mengajak massa yang lebih banyak lagi,” tuturnya di Balai Desa Desa Dombo, Sayung, pada Rabu (2/1/2018) siang.

Kepala Desa Dombo, Mutakkin, berharap ada titik temu dengan warga Desa Dombo Sayung berkenaan dengan munculnya masalah ini.

Muttakin mengakui adanya acara pesta dangdut sawer di gedung TPQ. Namun, acara tersebut dilaksanakana tanpa izin dari pemerintah desa maupun kepala desa.

“Kegiatan tidak sesuai dengan budaya desa. Informasi yang saya dengar terdapat pertemuan alumni tetapi saya kaget, waktu ketika mobil parkir, terus tiba-tiba muncul ada kegiatan reuni dangdut dan karaoke,” keluhnya.

Dia mengimbau kepada warga agar bisa menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.(*)

Sumber : Tribun Jateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar