Ratusan Truk Galian C dan Air Hujan Sebabkan Jalan di Mranggen Rusak, Pemkab Diminta Tidak Tutup Mata

Ruas Jalan Mranggen-Banyumeneng yang juga jadi penghubung antara Kabupaten Demak dengan Kabupaten Semarang, saat ini dalam kondisi rusak.

Usai diguyur hujan dalam dua pekan terakhir, seluruh permukaan jalan mengelupas dan besi-besi kerangka jalan pun juga mulai keluar. Kondisi tersebut dapat membahayakan para pengguna jalan.

Sejumlah pengendara mengaku khawatir dengan kondisi jalan ini. Pasalnya tidak sedikit pengendara terjatuh dalam jalan yang berlubang tersebut.

Seorang warga Desa Kebonbatur, Abrori, mengaku sangat khawatir. Apalagi sering lewat jalan ini, ditambah banyak truk muatan material di sini.

Warga Kebonbatur lainnya, Nur Huda mengungkapkan, kerusakan jalan itu disebabkan karena tiap hari jalan beton itu dilintasi ratusan truk bermuatan material Galian C yang melebihi tonase. Material Galian C diambil dari Rowosati Tembalang Semarang, atau kawasan yang dikenal Brown Cayon.

“Ratusan truk Galian C melebihi tonase melintasi jalan ini tiap hari. Jalan rusak, masyarakat yang sangat dirugikan, resah,” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi mengenai kondisi jalan ini ke sejumlah Anggota DPRD, namun ternyata tidak ada tindaklanjut.

“Kami berharap, Pemkab Demak lebih buka telinga lebar-lebar, jangan tutup mata. Rusaknya jalan sudah sangat parah, saya pengguna setiap hari, merasakan betul dampaknya,” tandasnya.

Kapolsek Mranggen, AKP Son Haji, melalui Wakapolsek, Iptu Sigit, mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi.

Pengecekan lokasi jalan rusak ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari laporan warga yang mengeluhkan rusaknya jalan penghubung dua kabupaten tersebut. “Kami menghimbau agar para pengguna jalan berhati hati. Selain itu, kami juga melakukan himbauan kepada para sopir truk muatan material untuk menutup muatannya dengan terpal dan mengurangi kecepatan kendaraannya,” ujar Iptu Sigit.

Kepala Desa Kebonbatur, Moh Fauzi, mengatakan, jalan ini sering dilalui oleh para petinggi negara, mulai gubernur hingga Presiden RI, pejabat negara, untuk datang bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo, Kiayi Munif Zuhri.

“Jalan ini merupakan jalan alternatif, jalan perekonomian warga dari dua kabupaten, juga jalan yang kerap dilalui oleh para petinggi negara yang berkunjung ke Pondok Pesantren Girikusumo hampir tiap pekan,” tegasnya.(agi)

Sumber : Tribun Jateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar