Produksi Garam Demak Masuk Lima Besar Nasional Paling Banyak

Produksi garam di Kabupaten Demak tercatat masuk dalam lima besar daerah penghasil garam nasional. Dengan luas lahan 1.271 hektare, petani garam Kabupaten Demak mampu memproduksi sebanyak 172.446 ton.

Pada urutan pertama adalah Indramayu dengan lahan 2.714 hektare menghasilkan garam 335,159 ton, disusul Pati 2.838 hektare dengan produksi 320.228 ton. Kemudian Sampang 2.814 hektare berproduksi 305.969 ton dan Sumenep 2.068 hektare dengan hasil produksi 235.687 ton. ”Posisi Demak di atas Rembang. Meski Kabupaten Rembang memiliki luas lahan 1.573 hektare tetapi produksinya hanya 165.115 ton,” terang Kepala Dinas Perikanan Berlimpahdan Kelautan Kabupaten Demak, Hari Adi Soesilo.

Dia menjelaskan, keberhasilan petani garam Demak ini karena adanya semangat setelah harga jual di pasaran terangkat. Saat ini harga jual di pasaran Rp 1.000/kg. Di samping itu termotivasi untuk memperoleh bantuan dari APBN 2017, berupa gudang garam berukuran 10 m x 60 m di Desa Babalan, Kecamatan Wedung. Gudang tersebut memiliki kapasitas daya tampung sebanyak 2.000 ton. Selain gudang juga dibantu satu truk, satu elsavator, satu mobil pikup, tiga sepeda motor roda tiga, bantuan geoisolator, dan bantuan integrasi lahan seluas 15 hektare.

Stok Berlimpah

”Belum termasuk bantuan dari APBD Demak tahun 2018 yang mendorong semangat pengembangan usaha garam rakyat (Pugar),” katanya.

Kabid Perikanan Tangkap dan Kelautan Kabupaten Demak M Sulchan menambahkan, produksi garam di Demak dengan dukungan 1.348 petani itu sangat berlimpah. Tahun ini mampu memiliki stok sebanyak 65.237 ton. Jumlah itu memposisikan stok garam Demak berada di urutan ketiga setelah Pati 100.027 ton dan Indramayu 80.723 ton. Aktivitas produksi berlangsung setiap musim kemarau antara April hingga Oktober bisa memproduksi 135 ton / hektare. ”Untuk 2018, produksi garam meningkat karena musim kemarau yang cukup panjang,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan produksi garam petani, pemerintah berencana memberikan bantuan 1 unit gudang garam yang dikonsep integrasi dengan lahan seluas 100 hektare lahan tambak dan sarana dan prasarana lainnya penunjang kebutuhan petani garam. (H1-22)

Sumber : Suara Merdeka

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar