Petambak Demak Dapat Dukungan Pinjaman Modal dari PT. Pelni dan Dinlutkan Demak

Seorang petambak di Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah, Ali Mahfudh, mendukung program pinjaman dana dari PT. Pelni bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan (Dinlutkan) Kabupaten Demak.

“Saya pinjam dana 40 juta, uang saya manfaatkan untuk usaha pengglondongan bandeng,”ungkapnya, Jumat (1/2/2019).

Dijelaskan, awalnya yang semula pengglondongan benih bandeng hanya mampu 200-300 ekor, sekarang bisa mencapai 1000-3000 ekor. “Tahun kedua ini akan segera saya lunasi, dan pinjam yang lebih besar lagi karena bunganya hanya 3 persen/tahun,” tuturnya.

Dinas Perikanan dan Kelautan telah bermitra dengan PT Pelni (Persero) untuk petani tambak sejak tahun 2017. PT. Pelni telah memberikan pinjaman dana sebesar Rp 1.040.000.000 untuk 30 petani tambak di Demak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Demak, Hari Adi Soesilo di tempat kerja Dinlutkan Demak, Jumat (1/2/2019).

Adapun besaran pinjaman modal dana yang diterima petani tambak bervariasi yaitu antara Rp 20-50 juta rupiah sesuai jaminan sertifikat tambaknya.

Menurutnya, meski prosedur dan proses pinjaman untuk modal usaha untuk pembudidayaan ikan tersebut sangat mudah, namun tetap mewajibkan jaminan sertifikat tanah tambak.

Hal itu dimaksudkan agar ada tanggung jawab dan keseriusan penggunaan dana pinjaman sesuai peruntukannya. ”Karena sifatnya pinjaman bukan bantuan modal, sehingga harus ada jaminan.” Kemudahan mendapatkan pinjaman modal telah membantu petambak untuk mengembangkan budidaya ikan.

Kabid Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Sriyono menambahkan selain memberikan pinjaman modal PT Pelni juga melakukan kemitraan di bidang kemaritiman, seperti budidaya tambak ikan, udang, pelestarian terumbu karang serta pemberdayaan masyarakat di sekitar perairan.

Sejumlah kegiatan pembinaan dan pembimbingan petani tambak ikut mendorong kesadaran dan pemahaman untuk berbudidaya dengan ramah lingkungan lestari serta berkelanjutan.

“Kita memiliki visi yang sama untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Disisi lain untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir”, katanya

Dinlutkan Demak berharap kepada petani tambak yang mendapatkan dana pinjaman tersebut tidak melupakan membayar dalam waktu 3 tahun.

Pihaknya berharap para petani tambak dapat menjaga kepercayaan dari PT Pelni sehingga mereka akan terus memperoleh manfaat. ”Apalagi beberapa petambak ada yang mendapat jaminan asuransi pembudidayaan ikan,” ujarnya.

Sementara itu Mahfudh, petambak ikan penerima pinjaman dana PT Pelni di Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah, mengakui dana pinjaman tersebut membantu para nelayan untuk mengembangkan budidaya ikan.

Tiga tahun lalu, banyak petambak ikan yang mengalami kesulitan lantaran hasil harga jual ikan turun. Mereka pun kesulitan modal karena ikan hasil penan tak bisa menutup modal. ”Tetapi kemudian kami mendapatkan pinjaman modal yang bisa memantu keluar dari masalah. Apalagi nilai bunganganya juga sangat kecil,” kata dia.(*)

Sumber : Tribun Jateng & Suara Merdeka

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar