Nelayan Di Wedung Keluhkan Sampah Kapal Tongkang Karena Merusak Jaring

Nelayan Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Yuli mengeluhkan sampah plastik dari kapal tongkang Pelabuhan Tambaklorok yang merusak alat tangkapnya sehingga hasil tangkapan juga menjadi berkurang.

“Mereka biasanya membuang sampah plastik saat malam hari dan diecer-ecer,” ungkapnya di Desa Buko, Kamis (20/12/2018) pagi.

Dia berharap pemilik kapal tongkang tidak membuang sampahnya di laut agar tidak merugikan nelayan.

Kepala Desa Buko, Slamet Wahyono membenarkan kondisi laut tercemar sampah plastik.

Dia menginginkan Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Perikanan Kelautan Demak untuk segera menindak pemilik kapal tongkang.

“Lautan yang tercemar menjadikan penghasilan nelayan kurang dan alat tangkap nelayan menjadi rusak,” keluhnya.

Kasi Penegakan Aturan Penangkapan Ikan dan Mitigasi Bencana Dinas Kelautan dan Perikanan Demak, Suprayitno, mendukung dengan adanya program penindakan tersebut.

Akan tetapi, pihaknya sudah tidak mempunyai wewenang dalam menindak kapal tongkang yang membuang limbah plastik sembarangan.

“Sesuai UU No 23 tahun 2014 pengelolaan wilayah laut ditangani oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi pencemaran lingkungan.

Laporan : Alaqsha Gilang Imantara Tribunjateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar