Minimarket Di Demak Kian Menjamur, Ijin Operasional Tak Seketat Kota Tetangga

Keberadaan minimarket di wilayah Kabupaten Demak semakin marak dan kian mudah ditemui pada rentang waktu belakangan ini seiring dengan mudahnya beberapa peraturan dan prasyarat yang berlaku.

Minimarket atau toko swalayan sendiri menawarkan kemudahan berbelanja dengan memilih barang sendiri serta dilengkapi fasilitas etasale dan ruangan ber-AC. Hal itu diyakini menjadikan para pembeli akan berpindah haluan dari toko konvensional atau tradisional beralih ke toko modern ini.

Bagi para pengusaha, ini menjadi peluang bisnis yang menarik untuk mendirikan minimarket atau toko swalayan.

Dikutip Tribun Jateng, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Demak, Umar Surya Suksmana, mengatakan syarat-syarat mendirikan minimarket atau toko modern yakni minimal jaraknya 1.000 meter dari pasar tradisional dan sesuai Perda Nomer 6 Tahun 2011 tentang RTRW (download Perda) yang tidak membolehkan toko modern berdiri di lahan hijau pertanian maupun holtikultura.

“Pendirian toko swalayan harus mendapatkan persetujuan atau tanda tangan warga sekitar terlebih dahulu. Setelah mendapat persetujuan, pemilik yang bersangkutan bisa mengurus IMB dan KRK,” kata Umar di dinas PMPTSP Demak, Jumat (4/1/2019) pagi.

Dia menambahkan, izin HO (izin gangguan) sudah dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Permendagri No 19 tahun 2017 dan sudah ditindaklanjuti Peraturan Bupati kabupaten Demak No 49 tahun 2018 sehingga tidak perlu HO.

Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Demak, Dra Sri Sasongko, mengatakan syarat-syarat pendirian Minimarket Modern sudah tertuang dalam Perda 12 tahun 2018 (download Perda)
tentang penataan dan pembinaan pasar Rakyat.

“Dimana syarat-syarat yang harus dipenuhi pemilik minimarket modern untuk mendapatkan rekomendasi dari Dindagkop UKM antara lain harus sesuai Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) di daerah hijau, bermitra dengan UMKM, dan berjarak 1000 meter dari pasar tradisional,” ungkapnya di kantor Dindagkop UKM Kabupaten Demak, Jumat (4/1/2019) pagi.

Jika dilihat Peraturan Daerah Kabupaten Demak dengan kota tetangga seperti Jepara dan Kudus terkait perijinan operasional minimarket, nyaris hampir hampir sama, namun Pemerintah Kabupaten Kudus dan Jepara lebih membatasi ruang operasional minimarket di daerahnya, seperti dikutip dalam Peraturan Daerah dibawah ini

Perda Kabupaten Kudus No 12 Tahun 2017 :
– Dibatasi maksimal 62 unit minimarket
– Diperbolehkan buka 10.00 – 22.00 WIB, pada akhir pekan sampai pukul 23.00, hari libur dan hari besar buka sampai 24 jam
– Minimarket minimal harus berjarak 1 km dari pasar tradisional

Perda Kabupaten Jepara Nomer 14 2017 :
– Pengelola toko swalayan hanya boleh memiliki maksimal 2 unit usaha sejenis dalam satu kecamatan
– Hanya diizinkan di jalan nasional, jalan kabupaten, dan jalan provinsi
– Minimarket minimal berjarak 2 km dari pasar rakyat dan dari usaha sejenis
– Beroperasi dari pukul 10.00 – 22.00 WIB, Dipertimbangan untuk hari-hari besar keagamaan, libur nasional dan lokasi tertentu.

Perda Kabupaten Demak Nomer 12 Tahun 2018 :
– Minimarket berjarak minimal 1 km dari pasar rakyat
– Hari senin-jumat buka pukul 08.00-22.00, pada hari sabtu-minggu pukul 08.00-23.00
WIB
– Jika diluar jam tersebut harus ada ijin khusus dari Bupati

Sedangkan dalam Peraturan Bupati Nomer 49 Tahun 2018 (download Perbup) membolehkan toko swalayan buka 24 jam, dengan syarat mengajukan izin operasional 24 jam, memenuhi ketentuan Perpu Ketenagakerjaan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi usahanya.

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar