Merasa Mampu, Seorang Ibu di Sumberejo Bonang Mundur Dari Bantuan PKH

Disaat orang lain berharap mendapat bantuan dari pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH), apa yang dilakukan oleh Mualiyah (34) warga Dukuh Tlogowaru, Desa Sumberejo, Kecamatan Bonang, patut dijadikan contoh.

Ibu tiga anak penerima program PKH itu, mengundurkan diri dari kepesertaannya sebagai penerima PKH. Tanpa paksaan siapapun, wanita yang dulunya keluarga tidak mampu dan sekarang sukses bisnis katering ini, menyatakan mundur dari PKH.

“Apa yang dilakukan Ibu Mualiyah ini, patut dijadikan contoh bagi siapapun penerima PKH, yang kini sudah mampu secara ekonomi,” kata Inna Istiqomah pendamping PKH Desa Sumberejo, Kecamatan Bonang, Selasa (29/1/2018).

Mualiyah merupakan salah satu penerima program PKH dari 480 keluarga penerima manfaat di Desa Sumberejo Bonang, yang secara sukarela mengundurkan diri dari PKH.

Mualiyah beralasan bahwa dia yang kini telah masuk daftar haji itu, merasa sudah tidak berhak lagi mendapatkan PKH yang diperuntukan bagi warga kurang mampu itu.

Pengunduran diri Mualiyah, dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai. Sehingga untuk pencairan PKH tahap 1 terhitung mulai bulan Desember – Februari, dia sudah tidak mendapatkan lagi bantuan subsidi pemerintah sebesar Rp 500.000 tersebut.

“Ibu Mualiyah mundur karena sudah merasa mampu, beliau isin (malu) sudah masuk daftar haji,” jelas Inna.

Inna menambahkan, selain Mualiyah , di Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang yang juga wilayah pendampingannya, ada dua penerima PKH yang juga mengundurkan diri dari PKH, yakni Qosidah dan Suyati, keduanya kini merasa sudah mampu sehingga tidak bersedia lagi mendapat bantuan dari PKH.

“Yang sudah mampu, semestinya bersedia melepaskan dari PKH. Mereka harusnya sadar bahwa dirinya bukan masuk kategori miskin, sehingga dengan ikhlas mundur dari PKH,” pungkasnya. [jie]

Sumber : RMOL Jateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar