Kementan Bantah Harga Cabai di Demak Anjlok

Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Yasid Taufik memastikan tidak ada gejolak harga cabai merah dan cabai rawit di daerah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebaliknya, harga cabai di sana cendrung stabil.

“Saya dapat informasi langsung dari petugas PIP (pelayanan informasi pasar) Demak, Pak Sugeng Lestari yang menyatakan bahwa harga cabai di Kabupaten Demak tidak ada anjlok seperti yang diberitakan,” kata Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura Yasid Taufik melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, harga cabai stabil, karena selama ini pemerintah menjaga kesimbangan pasokan dan permintaan, termasuk tidak melakukan impor cabai seperti yang diberitakan.

Ia menjelaskan Kementan tidak mengeluarkan rekomendasi impor cabai, sebagaimana yang menjadi acuan impor dari rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH).

Yasid juga menyebutkan harga cabai saat ini masih dalam kondisi normal, yakni berkisar Rp12.000 – Rp14.000, sedangkan cabai rawit juga normal Rp19.000 – Rp20.000.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa petani di Demak menggelar aksi membuang puluhan kilogram cabai merah ke jalan raya akibat harga komoditas tersebut anjlok.

Mereka melakukan aksi tersebut karena diberitakan impor cabai membanjir dari Filipina dan Thailand.

Mengenai informasi tersebut, Yasid mengaku belum mengetahui adanya protes dari sejumlah petani.

Sementara itu, di Kulon Progo, DIY, produksi cabai meningkat tajam hingga mencapai 25.362 ton atau 225,82 persen dari target 11.231 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan produksi cabai yang tinggi pada 2018 tidak terlepas adanya bantuan delapan unit traktor roda empat kepada petani, sehingga mampu mengolah lahan marginal menjadi lahan yang produktif untuk ditanami cabai.

“Produksi cabai pada 2018 di luar prediksi kami. Saat itu, ada beberapa kelompok tani lahan pantai mengajukan permohonan bantuan traktor roda empat,” kata dia.

Bambang juga mengatakan akan mengidentifikasi kembali lahan marginal yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami cabai “Kami optimistis produksi cabai di Kulon Progo akan meningkat seiring modernisasi alat mesin pertanian hingga pemilihan benih yang cocok,” kata dia.

Sumber : Antaranews

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar