Jumlah Serapan Tenaga Kerja di Demak Naik Signifikan, Dinnakerind Ingin Tingkatkan Kompetensi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Dinnakerind) Kabupaten Demak, Eko Pringgo Laksito, mengatakan penyerapan tenaga kerja di Demak mengalami kenaikan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2018.

“Pada tahun 2018, tercatat dari 8.181 pemohon kartu antar kerja, yang sudah bekerja sebanyak 4.545 orang,” ujarnya di kantor Dinnekerind, Senin (21/1/2019).

Dikutip dari Tribun Jateng, Dibandingkan tahun 2017, kata Eko, jumlah pemohon kartu antar kerja sebanyak 7.485 orang, yang terserap hanya 556 orang.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) per Agustus 2017, jumlah angkatan kerja sejumlah 574.999 orang dengan penduduk yang bekerja sebanyak 549.295 orang.

Jika dikalkulasi, lanjutnya, angka pengangguran terbuka yaitu 25.704 orang atau 4,47 persen.

“Cara untuk mengurangi masalah ketenagakerjaan yakni dengan kegiatan Job fair,” tegas Eko Pringgolaksito.

Dia melanjutkan, pada tahun 2018, penyerapan tenaga kerja di Demak cukup lumayan.

“Hal itu dikarenakan adanya bantuan APBN dari Kemenaker berupa kegiatan Job Fair selama 2 hari yang diikuti 45 perusahaan,”paparnya.

Dari jumlah pencari kerja 7.485 orang, mampu menyerap lowongan 1.239 orang.

Koko menambahkan, angka pengangguran ini sangat fluktuatif, dipengaruhi karena terjadi PHK yang sudah bekerja dan angka lulusan fresh graduate dari SMK dan SMA yang tidak melanjutkan sekolah dan belum siap kerja.

Kabid Bina Penempatan Tenaga Kerja, Supriyo Abdul Hadi, mengatakan, produktifitas tenaga kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, maka perlu dilakukan pelatihan.

Di tempat pelatihan, para peserta nantinya tidak hanya dilatih, tetapi juga dilaksanakan pemagangan kerja selama 3 bulan di perusahaan.

“Tentu saja hal itu berdasarkan Permenaker No 36 Tahun 2016 tentang pemagangan dalam negeri,” katanya.

Berbeda dengan yang dilakukan oleh SMK atau Dinas Pendidikan, lanjut Supriyo, pada saat magang peserta akan diberi kegiatan uji kompetensi yang nantinya kalau lolos akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi.

Kasi Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Slamet Karyono, mengatakan, pada tahun 2018 terdapat 2.450 Calon Angkatan Kerja di Kabupaten Demak.

Pihaknya berharap, mental Calon Tenaga Kerja bisa diperbaiki untuk siap bekerja, mengurangi pola hidup konsumtif dan hedonisme, sehingga benar-benar sesuai harapan perusahaan.

“Apabila berwiraswasta diharapkan mereka bisa lebih mandiri dan ulet dalam bekerja,” imbuhnya.

Ditambahkan, tahun 2018 kita telah bekerja sama dengan USAID RWAP, yaitu sebuah lembaga sosial masyarakat yang tujuannya membantu lembaga pelatihan pemerintah Kabupaten Demak dengan pendampingan pengangkatan baik infrastruktur maupun sarana prasara.

“Selain itu, MoU dengan USAID SINERGI. Lembaga tersebut lebih di fokuskan ke program Inklusi Ketenagakerjaan yang menyasar pada anak muda dan kaum difabel,” ungkapnya.

Dia berharap mereka akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan keinginan.

Dijelaskan, untuk syarat pembuatan Kartu AK1 cukup mudah, wajib datang secara pribadi ke Dinnakerind Demak di Jalan Bhayangkara Baru No. 105, Kauman, Bintoro, dengan membawa KTP, KK, Ijasah terakhir yang dilegalisir dan foto ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.

“Hanya membutuhkan waktu 10 menit kartu AK1 anda jadi, karena kita sudah sertifikat SNI-ISO 9001: 2005,” pungkasnya. (*)

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar