Bupati Demak Resmikan Pabrik Pupuk Berkapasitas 100 Ton di Mranggen

Bupati Demak HM Natsir dan Pemprov Jawa Tengah, meresmikan Pabrik Pupuk Saprotan Utama yang berkapasitas sampai 100 ton, di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (24/1) siang.

Dengan adanya pabrik pupuk ini diharapkan akan menambah lapangan pekerjaan di wilayah Demak, perusahaan dituntut untuk dapat membantu mensejahterakan masyarakat, khususnya dengan melibatkan warga Demak sebagai pekerja.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Priyo Anggoro, saat meresmikan Pabrik Pupuk Saprotan Utama di Desa Kalitengah, Kecamatam Mranggen, Kabupaten Demak.

Priyo berpesan, perusahaan yang berada di Jawa Tengah, harus mengutamakan masyarakat Jawa Tengah.

“Kalau bicara bisnis, boleh saja, yang penting, utamakan Jawa Tengah dulu,” tegas Priyo.

Selain itu, sebagai pabrik pembuat pupuk terbesar di Kabupaten Demak, Priyo berharap, Jawa Tengah menjadi prioritas pasokan pupuk.

Pasalnya, pabrik ini diketahui memasok hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan sekitar 40 persen memasok wilayah Jawa Tengah.

“Sekitar 40 persen pupuk produksi Saprotan Utama ini dipasok ke daerah-daerah di Jawa Tengah. Namun, kami berharap dengan adanya pabrik ini tidak ada informasi yang menyatakan bahwa Jateng langka pupuk,” tambah Priyo.

Sementara itu, Bupati Demak, HM Natsir, menekankan, sebagian besar pekerja, karyawan, dan buruh pabrik ini harus berasal dari Kabupaten Demak, khususnya wilayah Kecamatan Mranggen dan Kecamatan Karangawen. Pasalnya, pabrik ini berdiri tepat diperbatasan antara dua kecamatan tersebut.

“Ya intinya, Saya minta wajib pekerja dari Kabupaten demak. Kan beroperasinya di Demak, jadi ya harus andil dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Demak dong,” ujar Bupati.

Selanjutnya Priyo berpesan agar distribusinya diperhatikan sesuai dengan kebutuhan masing- masing daerah. Karena distribusi jamak menjadi persoalan bagi pemenuhan komoditas pokok pertanian ini.

“Jika persoalan ini bisa dilakukan, maka perusahaan ini bisa turut serta dalam meningkatkan produktifitas pertanian. Sehingga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Demak dan Jawa Tengah akan semakin meningkat,” tandasnya.

Bupati Demak, HM Natsir menambahkan, agar pabrik pupuk Saprotan Utama maju bersama petani di Kabupaten Demak. “Setidaknya dapat memberikan solusi bagi pemasalahan kelangkaan pupuk dan pendistribusiannya di wilayah Kabupaten Demak ini,” imbuhnya.

Ia juga berpesan agar perusahaan memperhatikan pengelolaan limbah produksinya. Kemajuan pabrik harus diimbangi dengan keberlangsungan lingkungan yang ada di sekitarnya.

“Pabrik ini harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri, sehingga dalam operasionalnya tidak mencemari lingkungan sekitarnya,” tandas Natsir.

Sementara, Direktur Saprotan Utama, Ir Markus Wibowo menjelaskan, pabrik baru tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 100 ribu ton per tahun dengan kriteria 50 ribu ton phospat per tahun dan 50 ribu per tahun dari berbagai macam NPK.

Sumber : RMOL Jateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar