Bupati Demak dan Wakil Dipanggil Bawaslu, Terkait Deklarasi Dukungan Capres

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Demak memanggil Bupati Demak, M Natsir di kantor Bawaslu Demak, Selasa (12/2/2019).

Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari surat perintah Bawaslu Provinsi Jawa Tengah terhadap pelaporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo bersama 31 kepala daerah di Jateng mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi – Ma’ruf Amin di Hotel Alila Solo, Sabtu (26/1/2019).

“Di situ yang mengundang Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan dihadiri oleh 31 kepala daerah yang ada di Jawa Tengah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Demak,” ujar Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh usai pemeriksaan bupati.

Sesuai dengan dokumen baik video atau foto yang diberikan, di situ terdapat ungkapan untuk mendukung salah satu calon presiden maupun wakil presiden, dan itu ada gestur di dalam dukungan itu.

“Dalam video tersebut jelas Pak Ganjar menyampaikan untuk mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden, gesturnya menunjukkan nomor 1,” paparnya.

“Yang kami tanyakan seputar teknis keberangkatan bupati dan wakil bupati ke Solo, keterlibatan sampai seberapa,” ungkapnya.

Hasil klarifikasi Bawaslu Demak yaitu Bupati ke Solo menggunakan mobil pribadi atau mobil ajudan.

Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Sabtu atau di luar jam kerja, dan Bupati menghadiri itu atas undangan gubernur sebagai pimpinan.

Terkait pelanggaran, Bawaslu Demak hanya menjalankan instruksi dari Bawaslu Provinsi Jateng untuk mengklarifikasi kejadian tersebut karena kejadian tidak di Demak.

“Pak bupati mengakui menunjukkan jari satu dan itu pertanda hanya mengikuti saja,” terangnya.

Disinggung apakah hal itu termasuk pelanggaran kampanye, Khoirul mengatakan jika hal ini sepenuhnya menjadi wewenang Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Demak, Natsir mengatakan pihaknya menghadiri undangan Bawaslu karena menurutnya, Bawaslu dan Pemkab Demak seperti halnya anak dan orang tua.

“Sebagai orang tua yang diundang tentunya wajib untuk datang. Tadi diberi 25 pertanyaan,” jelasnya.

Menurutnya, saat di Solo dirinya diajak Pak Ganjar untuk deklarasi Pilpres damai tanpa hoax. (agi)

Sumber : Tribun Jateng

Bagikan info ini via :

Tinggalkan Komentar